PASSWORD RESET

Into The Heart of Java

Home » Historical Venue » Taman Satwa Melegenda Taman Satwa Taru Jurug Surakarta (Solo Zoo)

Taman Satwa Melegenda Taman Satwa Taru Jurug Surakarta (Solo Zoo)

taman satwa taru jurug surakarta

Danau di Kawasan Sriwedari

Jurug, nama ini selalu terngiang seiring perputaran jaman. Bagi anak-anak Solo dan sekitarnya yang lahir tahun 80an, Jurug sangat terkenal dan mendapat tempat kenangan tersendiri. Jurug atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) adalah bonbin (kebon binatang) satu-satunya milik kota Solo. Terletak batas kota antara Solo dan Karanganyar. Berdiri di atas lahan 14 hektar, Jurug mempunyai cerita sejarah yang menarik.

Kebon Rojo di abad 19

Sebelum ke TSTJ, tim majalah Paduan terlebih dulu menemui Kanjeng Pangeran Arya Winarno Kusumo selaku Wakil Pangageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat yang banyak bercerita mengenai sejarah sebelum menjadi TSTJ seperti sekarang ini.

solo zoo“Awalnya adalah pindahan dari Kebun Binatang Sriwedari yang lebih dikenal dengan ‘Kebon Rojo’ atau Bonrojo. Didirikan oleh Sri Susuhunan Paku Buwono X sekitar tahun 1899 di abad 19, pada masa pemerintahan 1893 sampai 1939 atas permintaan Putri Dalem, Putri Kanjeng Ratu Pembayun yang menginginkan tempat beristirahat sembari menikmati berbagai hiburan”, jelas Kanjeng Win.

Saat itu, Sri Susuhunan Paku Buwono X membuat taman yang dinamakan Taman Sriwedari yang berarti Taman adalah Kebon dan Sri bermakna Raja, ‘Bon Rojo’ yang besar dan indah. Pada awalnya, Kebon Rojo digunakan oleh keluarga kerajaan untuk menghibur diri, sekaligus sebagai tempat peristirahatan bagi keluarga Keraton Surakarta Hadiningrat.

Tiap sudut di kawasan Taman Sriwedari mempunyai cerita tersendiri, pasalnya dalam pembangunannya terinspirasi oleh mitos dalam cerita pewayangan di mana terdapat taman surga yang indah. Ditumbuhi berbagai pepohonan rindang yang menjadikan suasana semakin nyaman dan teduh.

“Terdapat segaran atau kolam buatan besar dengan dihiasi banyak bunga teratai yang mengambang di atas kolam serta dikelilingi oleh beberapa hewan unggas, seperti angsa dan burung bangau. Saat ini seputaran kawasan segaran telah digunakan menjadi restoran”, imbuh Kanjeng Win.

Di kawasan tersebut terdapat pula tempat hiburan yang digunakan untuk pertunjukan wayang orang dan ketoprak. Sri Susuhunan Paku Buwono X juga menghendaki dibangunnya pusat kebugaran dan olahraga bagi masyarakat, akhirnya wilayah ini berkembang sebagai Stadion Sriwedari, dan tempat rekreasi dengan berbagai macam hiburan.

Koleksi Hewan di Kebon Rojo

taman satwa taru jurug soloTidak hanya itu, Sri Susuhunan Paku Buwono X di saat yang sama mulai menambah koleksi di Kebon Rojo, yakni dengan memelihara berbagai jenis hewan di lingkungan taman. Di sisi Selatan, terdapat banyak rusa yang ditempatkan di dekat bangunan paviliun sebagai tempat istirahat sekaligus refreshing keluarga. Sedangkan di sisi Utara, terdapat kandang untuk hewan liar seperti buaya dan kura-kura.

Terdapat pula berbagai jenis unggas, monyet, macan kumbang dan harimau dan di bawah sirene Sriwedari dulu sempat digunakan sebagai kandang Gajah.

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)

Pada waktu kepemimpinan walikota Solo tahun 1976 yakni Walikota Hartomo, banyak binatang-binatang yang dipindahkan ke Jurug. Inilah awal terbentuknya Kebun Binatang Jurug yang banyak dikenal masyarakat Solo. Keberadaannya sampai saat ini menjadi salah satu icon kota Solo, dengan berbagai perkembangan di dalamnya. Apabila kita sempat melihat di pintu masuk, kita pasti menjumpai nama Taman atau Kebun Binatang Jurug yang telah berubah menjadi TSTJ sejak November 2015, sebuah taman dengan luas kurang lebih 14 hektar yang berisi Satwa (binatang) dan Taru (tanaman).

Pages : 1 2

Tulis Komentar

Your email address will not be published.