PASSWORD RESET

Into The Heart of Java

Home » On Duty » Ola Rosa, Berkarya dengan Suara

Ola Rosa, Berkarya dengan Suara

ola rosa

Putri daerah yang menembus belantara dunia musik ibukota, Ola Rosa atau yang akrab disapa Ola. Siapa yang tidak kenal dengan sosok muda, cantik dan berprestasi ini. Namanya semakin menggaung setelah ia berhasil mencapai 6 besar dalam ajang pencarian bakat menyanyi, Indonesian Idol tahun 2012 yang diselenggarakan RCTI. Ola memiliki kemampuan bernyanyi sejak ia bergabung dalam paduan suara di Sekolah Dasar. Mulai saat itu dia kerap mengikuti kompetisi menyanyi bersama paduan suara dan aktif di berbagai kegiatan menyanyi di sekolahnya.

ola rosaPada tahun 2008 Ola tergabung dalam paduan suara Gita Bahana Nusantara, yang menjadi pengiring dalam upacara 17 Agustus di Istana Negara, Ola menjadi salah satu perwakilan dari propinsi Jawa Tengah. Tahun 2011, Ola menorehkan prestasi dalam ajang pencarian bakat Suara Indonesia Trans TV sebagai grup duet bersama solois pria yang juga dari Solo bernama Gilbert Pohan. Dalam ajang tersebut Ola dan Gilbert berhasil memenangkan posisi runner up dan membawa nama Kota Solo ke tingkat nasional. Setelah tergabung dalam grup paduan suara dan grup duet, pada tahun 2010 Ola mencoba memberanikan diri untuk menguji kemampuan pribadinya di ajang Indonesian Idol tahun 2010 namun gagal. Dan pada akhirnya di tahun 2012 berkat usaha dan kerja kerasnya yang panjang Ola kembali mencoba Indonesian Idol dan berhasil meraih peringkat ke enam dalam ajang tersebut.

Darah seni kental di keluarganya, sang nenek adalah seorang pesinden, paman dan ibu memiliki bakat melukis membuat Ola juga ikut mengarahkan langkahnya terjun di dunia seni. Ola lebih serius di dunia seni ketika duduk di bangku SMP, ia mulai terjun menyanyi di beberapa club dan café di kota ini dengan umur yang belum genap 17 tahun. Godaan dunia malam dan agenda manggung yang usai hingga pagi hari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar di sekolah membuat Ola cukup kewalahan dan sempat vakum beberapa tahun untuk fokus pada pendidikan. Selalu membawa orang tuanya saat manggung adalah senjata utama Ola karena sadar ia masih belum cukup umur. Support inilah yang sangat terlihat dari kedua orang tuanya yang amat menjaga dan setia menemani kemanapun ia berada.

ola rosa“Saya belajar banyak dari menyanyi, tetapi menjadi penyanyi di beberapa tempat ini masih dipandang sebelah mata makanya harus pintar-pintar jaga diri, tidak kepikiran untuk ikut-ikutan melakukan hal-hal yang tidak baik,” ungkap putri dari Dicky Setiawan dan Novi Lia Dini ini.

Ketika mengikuti ajang pencarian bakat yang bergengsi ini ia banyak mendapat hal positif, mulai dari proses karantina selama 3 bulan yang mengharuskan untuk rajin dan disiplin, kemampuan vokal yang selama ini belajar secara otodidak mulai dipoles oleh coach ternama salah satunya Indra Aziz. Ia pun menjadi pribadi yang lebih terbuka terhadap lingkungan sekitarnya. Dari situlah, kepercayaan dirinya meningkat dan banyak menuai pujian dari 3 juri Indonesian idol, Anang, Agnes dan Ahmad Dhani di setiap penampilannya pada babak spekatakuler.

Seperti mendapatkan bola emas bertubi-tubi, Ola pun tidak menyangka apa yang dialaminya dari tawaran untuk ikut audisi tanpa harus antri hingga pada akhirnya berhasil lolos ke Jakarta. Walaupun merasa lelah dan tidak sedikit omongan orang yang buruk yang sering didengar, Ola mengaku bahwa ia adalah orang yang beruntung karena bisa menjadi bagian dalam ajang pencarian bakat yang tidak hanya melihat suara namun juga penampilan dan attitude yang dimiliki oleh peserta.

Pages : 1 2

Tulis Komentar

Your email address will not be published.