PASSWORD RESET

Into The Heart of Java

Home » City Events » Fariz RM, tuntaskan kerinduan lewat lagu Sakura

Fariz RM, tuntaskan kerinduan lewat lagu Sakura

Puncak gelaran Solo City Jazz menyedot animo masyarakat Solo sekitarnya yang memenuhi Plasa Benteng Vastenburg, Sabtu (30/9) malam. Dibuka oleh Walikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, gelaran Solo City Jazz sendiri sudah dimulai dari pukul 16.00 WIB sore harinya. Penampil-penampil awal di SCJ 2017 ini juga sangat matang dan mantap menghadirkan karya musiknya. Seperti Fisip Meraung yang tampil di sore hari membawakan 10 lagu karya mereka sendiri yang di aransemen dalam balutan musik jazz versi mereka.

SCJ 2017 tetap mempertahankan konsep dasar format festival dengan hidangan musik jazz, art, batik dan heritage. Walikota menuturkan gelaran Solo City Jazz memberi warna sendiri pada pagelaran seni di kota Solo. Rudy mengatakan banyak tempat yang bisa dipakai, yang mempunyai nilai sejarah tinggi seperti Benteng Vastenburg.

“Menggabungkan antara seni pertunjukan dengan sejarah adalah hal yang cerdas, nuansa sebuah pertunjukan akan lebih berasa bila ditampilkan di tempat yang sarat akan nilai budaya”, urai Walikota Rudy.

Solo City Jazz hari kedua menghadirkan Destiny, Vibes, Fisip Meraung, Horce Race SKA, Pilipe, Jungkat Jungkit, Nona Ria, Ben Sihombing dan Fariz RM.

Fisip Meraung, band asli Solo dengan syair-syair yang gayeng dan nyleneh ini tampak membawakan 10 lagu yang mendapat sambutan sangat antusias dari audience yang sejak sore hari sudah memenuhi pelataran Vastenburg. Topik Sudirman, Vokalis Fisip Meraung mengaku merasa bangga mendapat kesempatan untuk bisa tampil bersama musisi lainnya di panggung Solo City Jazz 2017.

“Bangga, meskipun kami merasa sebagai band ndeso tapi bisa tampil di SCJ 2017 kayak life goal banget buat Fisip Meraung, walau tampil di awal tapi berkesan”, jelas Topik ramah.

Musisi SCJ 2017 berikutnya adalah Ben Sihombing yang tampil dengan 2 pemain musiknya mampu mengajak audience yang ‘anteng’ bisa bersemangat dan ikut bernyanyi.

“Selamat malam Solo, perkenalkan saya Ben Sihombing, seru ga malam ini?”, sapaan Ben setelah usai menyanyikan lagu ke 3 nya. Ben dan pemain lainnya nampak menikmati permainnya di panggung SCJ 2017. Tujuh lagu usai dibawakan oleh Ben, sampailah pada penghujung acara yang menjadi magnet SCJ 2017 yakni penampilan Fariz Rustam Munaf.

Musisi yang nge-hits di era 80 an ini tampil total dan memukau bareng Anthology Kuartet. Dibuka dengan interlude rancak, lagu perdana Fariz RM berjudul Penari langsung membuat audience yang hapal ikut bernyanyi.

“Mohon maaf bila ada lagu-lagu dengan nada yang tidak terjangkau. Maklum itu lagu jaman saya masih lucu-lucu nya. Bedanya cuma di nafas saja, waktu dulu masih muda masih energik, tapi sekarang juga masih awet muda kan?”, kelakar Fariz pada audience yang langsung tergelak.

Penari, Sungguh, Terus Berlari, Nada Kasih, Hasrat dan Cinta, Sakura, Barcelona dan deretan hits lainnya menyapa telinga penonton. Fariz menepati janjinya di awal penampilan yang akan membawakan hits-hits keren miliknya.

Meskipun memang ada beberapa lagu yang nadanya tidak tergapai, penampilan ayah 3 anak ini menuntaskan kerinduan generasi 80 an yang malam itu sengaja hadir untuk melihat perform idola dijamanya yang ternyata memang memuaskan.

“Sungguh bangga bisa tampil kembali di Solo City Jazz, ini sungguh mengangkat martabat saya yang awalnya dari penyanyi pop biasa menjadi penyanyi jazz”, pungkas Fariz ramah.

Sampai jumpa di Solo City Jazz 2018.

 

Teks       : Puspita Aquina

Foto       : Dok. Donni Yudha & Panitia

Tulis Komentar

Your email address will not be published.