PASSWORD RESET

Into The Heart of Java

Home » City Events » Pelangi Samudera Pulang Kampung

Pelangi Samudera Pulang Kampung

Karya multidisiplin Art Fashion yang terinspirasi dari perusakan kehidupan coral di Indonesia 75% dari karya ini menggunakan sampah garment/ sisa kain dan sampah plastic, Pelangi Samudera karya seniman multitalenta kebanggan Solo, Retno Tan dipentaskan di kota Solo. Berbekal pendidikan dan pengalaman di bidang fashion dan seni pertunjukan, Retno Tan menciptakan desain dengan me- recycle, up cycle dan re use sisa garment juga sampah plastik menjadi karya high fashion. Retno Tan bekerjasama mendedikasikan karya ini untuk coral Indonesia, dengan menyumbangkan beberapa persen dari donasi, penjualan merchandise dan lelang koleksinya untuk kegiatan implantasi coral.

Retno Tan berharap karya ini dapat menginspirasi masyarakat dan generasi muda untuk menjaga alam dengan berkreatifitas, tanpa menciptakan sampah baru. Karya ini sudah diundang di beberapa acara fashion dan seni di Eropa, dan juga festival seni lingkungan di Bali dan sekitarnya. Retno Tan mempunyai beberapa agenda sepanjang tahun 2017 di Indonesia dan sekitarnya, dan juga diundang secara khusus untuk menampilkan Pelangi Samudera dan berbagi visi, misi dan metodologi pada acara Asian Conference on Interdiciplinary Research pada 16 September 2017 di Bali.

Dan pada 29 September 2017, Retno Tan bekerjasama dengan The Sunan Hotel Solo, mengadakan acara Creative Performing Art Collaboration sebagai bagian dari launching pool the Sunan Solo. Acara ini melibatkan beberapa seniman seperti Retno Tan ( Indonesia), Galih Naga Seno (Indonesia), Victor Hugo Hidalgo (Mexico), Tebo Aumbara (Bali), Jackline Cokelat (Jakarta). Tujuan dari acara ini adalah untuk melelang dan mengumpulkan donasi untuk budidaya coral Indonesia.

Konsep Karya Pelangi Samudera By Retno Tan Preface Sikap konsumtif manusia dalam kehidupan urban/ urban society meningkat sejalan dengan perkembangan jaman diikuti dengan berkembangnya Industri dari segala segi untuk memenuhi kebutuhan pasar, tetapi dampak negatif seperti, sampah ataupun bahan bahan pewarna yang berpotensi terhadap pencemaran air sungai ataupun air tanah/ pencemaran lingkungan dan juga pencemaran Laut yang merusak sering kurang diperhatikan, sehingga merusak keseimbangan dan keberlangsungan alam.

“Pengalaman menyelam di kedalaman laut dan melihat lingkungan alam laut yang unik dan indah atas kekayaan warna dan bentuk dari biotanya, menyadarkan luar biasa anugrah Tuhan yang disediakan bagi kita, tetapi sering dirusak oleh manusia sendiri. Pengalaman ketubuhan ini menjadi inspirasi dalam menciptakan karya Art Fashion ini sebagai bentuk keprihatinan atas pencemaran lingkungan alam”, tutur Retno Tan.

Pelangi Samudera merupakan kemasan karya kontemporer multidisiplin fashion design, dance, seni dan olahraga yang dialami oleh tubuh Retno Tan sebagai art director, diharapkan karya ini dapat menimbulkan kesadaran dan memberi dorongan kepada generasi muda untuk keep our world sustainable dengan kegiatan kreatif yang positif . Tuhan telah menganugrahkan keindahan dan merancang semesta beserta isinya, termasuk manusia, dengan sempurna, kitalah yang harus bertanggung jawab atas kelestariannya.

“Design and Show Concept Karya seni Artfashion dengan judul Pelangi Samudera ini berangkat dari permasalahan Limbah dan pencemaran lingkungan laut, tidak hanya merupakan karya koleksi fashion dengan limbah garmen dan daur ulang dan manipulasi sampah rumah tangga, tetapi juga dikemas dalam pertunjukan fashion performance art, dengan unsur tradisi dalam gerak maupun lagu, dengan tujuan untuk penggambaran rasa dan suasana di dalam laut”, tambah Retno Tan.

Retno memilih mendaur ulang kain perca dan limbah industri, limbah rumah tangga, serta menggunakan wasted produk menjadi fashionable, wearable and collectable product. Tehnik Pengolahan Recycle, Re- use, Trimmed and Patch, Hand sewing Materials – 75% kain perca / limbah kain pabrik (batik, Tenun dll) – Karung Goni – Tile – Limbah non kain ( bubble wrap, Plastik, dll) Inspirasi warna dan design Biota dan warna dalam Laut Siluet Simple, artistik, feminin and fresh.

“Tujuan saya mengangkat ini mengapa pilih menggunakan bahan-bahan sampah, daur ulang untuk memotivasi kita-kita untuk memulai dari diri sendiri dengan cara yang kita bisa. Kalau saya kebetulan di bidang art jadi saya menunjukan kepedulian pada alam lewat art ini”, pungkas Retno Tan ramah.

Teks       : Puspita Aquina

Foto       : Dyda Agung

Tulis Komentar

Your email address will not be published.